LUTIM – Di tengah sorotan terhadap praktik tambang yang berkelanjutan, PT Citra Lampia Mandiri (CLM) memaparkan langkah pembenahan sistem pengelolaan lingkungan yang kini menjadi fokus utama perusahaan. Paparan itu disampaikan langsung saat menerima audiensi Pokja PWI Luwu Timur di kantor operasional perusahaan, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Sabtu (25/4/2026).
Manajer Eksternal PT CLM, Fauzi, menegaskan perusahaan tidak lagi hanya berbicara soal produksi, tetapi juga memastikan dampak lingkungan dapat dikendalikan secara terukur dan berkelanjutan.
“Kami menyadari aktivitas tambang memiliki dampak yang perlu diantisipasi dengan baik. Oleh karena itu, upaya pembenahan sistem pengelolaan lingkungan ini dilakukan secara terus-menerus untuk memastikan bahwa operasional kami tidak hanya memenuhi standar yang ditetapkan oleh pemerintah, tetapi juga memberikan manfaat positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Fauzi menjelaskan, salah satu fokus utama pembenahan adalah pengelolaan limpasan air tambang yang kini di monitor dan dievaluasi secara berkala.
Selain itu, perusahaan juga memperkuat program rehabilitasi lahan bekas tambang sebagai bagian dari kewajiban sekaligus tanggung jawab ekologis.
Tak hanya aspek teknis, CLM juga mulai membenahi kapasitas sumber daya manusia di internal perusahaan.
Peningkatan kompetensi pekerja dalam tata kelola lingkungan dinilai krusial agar setiap prosedur berjalan sesuai standar.
Perusahaan turut menggandeng berbagai pihak, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup hingga perguruan tinggi, untuk memastikan program yang dijalankan tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar efektif di lapangan.
Langkah lain yang tengah didorong adalah pengembangan program penghijauan, termasuk rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) dan rencana reklamasi di sekitar area tambang.
Program ini ditujukan untuk mempercepat pemulihan ekosistem yang terdampak aktivitas pertambangan.
“Dengan terus meningkatkan sistem pengelolaan lingkungan. Kami juga akan terus berkomitmen untuk bekerja sama dengan semua stakeholder dalam mewujudkan keberlangsungan lingkungan,” tutup Fauzi. (*)












Komentar