oleh

Aliansi mahasiswa peduli Ham

-Hukrim, Palopo-208 views

NARASITANALUWU.CO.ID, Palopo – Aliansi Mahasiswa Peduli HAM menggelar aksi demonstrasi di depan Polres Kota Palopo, Rabu 3 Desember 2025.

Aksi ini bukan sekadar gerakan protes, tetapi suara dari luka yang belum sembuh, luka keluarga yang kehilangan orang tercinta akibat dugaan malapraktik di Rumah Sakit Atmedika Kota Palopo.

Dalam pertemuan resmi dengan pihak Polres, aliansi menyerahkan alat bukti tambahan yang diyakini dapat memperkuat penyelidikan.

Dengan wajah serius dan suara bergetar, mereka menegaskan bahwa bukti ini adalah jeritan terakhir dari keluarga korban yang menginginkan keadilan di tengah ketidak pastian hukum yang selama ini menyelimuti kasus tersebut.

Pihak Polres Palopo kemudian menyampaikan bahwa laporan keluarga korban akan segera ditindak lanjuti, dan seluruh bukti yang telah diterima akan diproses sesuai prosedur.

Masa aksi kemudian menegaskan bahwa aksi ini muncul dari rasa kemanusiaan, bukan sekadar kewajiban moral. “Kami menyaksikan sendiri bagaimana keluarga korban menunggu keadilan yang tak kunjung datang. Hari ini kami berdiri di sini, bukan hanya untuk menyuarakan tuntutan, tetapi untuk menyuarakan duka yang selama ini dipendam.

Dan Juga aliansi menambahkan bahwa hilangnya nyawa akibat kelalaian bukanlah kesalahan kecil yang bisa diabaikan. Ia menegaskan bahwa peristiwa ini menyentuh ranah pidana sesuai Pasal 359 KUHP, dan bertentangan dengan UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan yang mewajibkan tenaga medis menjaga keselamatan pasien di atas segalanya. “Jika nyawa seorang pasien bisa hilang tanpa kejelasan, maka siapa pun dari kita bisa menjadi korban berikutnya.

Aksi berlangsung damai, tapi penuh energi emosional. Poster-poster yang diangkat mahasiswa menggambarkan tuntutan keadilan, dan pesan bahwa kasus ini tidak boleh dibiarkan lenyap begitu saja.

Aliansi Mahasiswa Peduli HAM menegaskan bahwa perjuangan ini belum berakhir. Mereka berjanji akan terus mengawal setiap perkembangan, memastikan tidak ada upaya pengaburan fakta, dan memastikan keadilan benar-benar berpihak pada mereka yang terluka.

“Nyawa itu tidak bisa diganti. Yang bisa kita perjuangkan hari ini hanyalah kebenaran.

*an

Komentar