LUWU TIMUR – DPRD Luwu Timur menyoroti perkembangan sejumlah indikator pembangunan daerah saat membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Luwu Timur tahun anggaran 2025.
Sorotan tersebut disampaikan Ketua Fraksi GPR DPRD Luwu Timur, Sarkawi, ketika menyampaikan pandangan umum fraksi dalam rapat paripurna DPRD, Senin, 6 April 2025.
Dalam penyampaiannya, Sarkawi menilai sejumlah indikator makro daerah menunjukkan tren positif, terutama pada penurunan angka kemiskinan di Luwu Timur.
Data yang dipaparkan menunjukkan jumlah penduduk miskin pada Maret 2025 sekitar 18,55 ribu jiwa. Angka tersebut turun sekitar 2,15 ribu jiwa dibandingkan kondisi pada Maret 2024.
“Persentase penduduk miskin juga mengalami penurunan, dari sebelumnya menjadi 5,71 persen pada Maret 2025, atau turun sebesar 0,76 persen dibanding tahun lalu,” kata Sarkawi.
Selain kemiskinan, DPRD juga menyoroti capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
“Tahun 2025, IPM Luwu Timur mencapai 77,28 dan masuk kategori tinggi. Ini meningkat 0,84 poin dibanding tahun 2024 yang berada di angka 76,54,” jelasnya.
Ia menambahkan, IPM merupakan indikator penting dalam mengukur kualitas hidup masyarakat karena mencakup aspek kesehatan, pendidikan, dan standar kelayakan hidup. (*)












Komentar