oleh

PMK Pada Hewan Ternak Mewabah, Dinas Pertanian Lutim Diminta Serius

NARASI LUWU TIMUR — Dengan meningkatnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang kini mulai mewabah ke hewan ternak warga di Lutim, anggota DPRD Luwu Timur, Najamuddin meminta kepada pemerintah Lutim agar kasus ini dapat di sikapi dengan serius.

Penyakit PMK adalah penyakit infeksi virus yang bersifat akut dan sangat menular, dan penyakit ini menyerang semua hewan berkuku belah /genap seperti sapi, kerbau, babi, kambing, domba termasuk juga hewan liar seperti gajah rusa dan sebagainya.

Kasus PMK merupakan kasus yang peningkatannya sangat cepat, meskipun sejauh ini belum ada data terkait kematian ternak warga di Lutim, sehingga menurut Najamuddin kalau kasus tersebut tidak bisa didiamkan dan meminta dinas pertanian proaktif untuk menangani kasus PMK.

“Ini tidak bisa di diamankan, karena trend kasusnya sangat cepat,”tuturnya. Jumat (2/9/2022)

Tak hanya itu, lebih lanjut Najamuddin juga mengatakan, sesuai data yang ia terima per tanggal 31 Agustus 2022, sudah ada sekitar 6 ekor sapi milik warga yang terindikasi penyakit PMK dan sesuai data Tersebut, sudah ada 4 ekor sapi yang kini di nyatakan sembuh.

Adapun awal mula sapi milik warga yang terdeteksi PMK di Lutim, berada di Desa Argomulyo 4 ekor, Desa Mekar Sari 1ekor dan Desa Balerejo 1ekor.

Di ketahui sampai sekarang kasus PMK kini terus bertambah menjadi 58 kasus. Desa Mekar Sari yang awalnya hanya 1kasus kini menjadi 11kasus, Argomulyo dari 4 kasus menjadi 11kasus.

Tak hanya itu kasus PMK ini terus tersebar ke sejumlah Desa di Lutim antara lain, Desa Benteng 3.kasus, Wonorejo 5 kasus, Kalaena 1 kasus, Sumber Makmur 3 kasus, Wanasari 18 kasus, Bali Rejo tetap 1kasus sehingga total menjadi 58 kasus. Lap Masding. (*)

Komentar